JAKARTA—Wakil
Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal menegaskan,
kebijakan yang akan digunakan untuk pelaksanaan ujian nasional (UN)
tahun 2012 mendatang tidak akan berubah. Dengan kata lain, semua
kebijakan yang akan digunakan masih sama dengan yang digunakan di tahun
2011 ini.
“Kebijakannya akan tetap sama. Bagaimana pun UN akan tetap dilakukan
dan digelar oleh pemerintah. Mengenai pola pembobotan nilai kelulusan
siswa pun akan tetap sama, Yakni, 60 persen untuk UN dan 40 persen
dari nilai Ujian Sekolah,” ujar Fasli ketika ditemui usai pembukaan
Lokakarya Nasional ‘Manajemen Penyelenggaraan UN 2012 : Peningkatan
Kualitas, Akseptabilitas dan Kredibilitas Ujian Nasional’ di Gedung
Kemdiknas, Jakarta, Jumat (23/9) sore.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
(Balitbang) Kemdiknas, Khairil Anwar mengatakan, dalam lokakarya ini
pemerintah bersama dengan Badan Standardisasi Nasional Pendidikan
(BSNP) akan mengkaji manajemen penyelenggaran UN.
“Selama ini yurang diketahui, pemanfaatan hasil UN belum bisa
tersosialisasikan secara luas. Maka dari itu, pemerintah akan terus
berupaya untuk menggunakan hasil UN tersebut guna memperbaiki hasil
pembelajaran di sekolah. Pasalnya, hasil UN itu tentunya memiliki
informasi yang cukup luas untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Di dalam lokakarya yang akan berlangsung hingga Minggu (25/9) di Hotel
Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat, Khairil juga mengungkapkan bahwa
pihaknya akan membahas lebih mendalam pada topik mengenai bagaimana
teknis penyelenggaraan UN 2012 agar menjadi lebih baik dan dipercaya.
“Jangan sampai kasus kecurangan atau ketidakjujuran terjadi seperti
tahun-tahun lalu. Maka dari itu,kita juga akan membahas masalah
koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dulu mungkin UN dibuat
bulan Juli dan baru dibahas pada bulan Maret. Namun untuk saat ini,
kita sudah membahas dari sekarang, kita persiapkan yang lebih panjang
sehingga diharapkan akan lebih baik,” tuturnya.(cha/jpnn)
Sumber: JPNN.Com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar