Jumat, 09 September 2011

Pendidikan Karakter Penting Agar Moral Bangsa Tidak Lenyap Sosbud / Jumat, 9 September 2011 20:59 WIB


Metrotvnews.com, Makassar: Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian, mengajak pemerintah dan seluruh civitas akademika untuk mengedepankan pendidikan karakter di tingkat perguruan tinggi jika tidak ingin moral bangsa ini lenyap dalam 20 tahun ke depan.

"Bukan lagi demonstrasi, tapi sudah di atas demonstrasi, arahnya sudah bisa dikatakan anarkis. 20-50 tahun ke depan kalau mereka jadi pejabat apa yang terjadi dengan bangsa kita," tandasnya di depan pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Sulsel dalam dialog publik bertajuk "Revitalisasi Karakter Masyarakat Sulsel Berbasis Kearifan Lokal" di Makassar, Jumat (9/9).

Ia mengemukakan, unjuk rasa mahasiswa yang kerap berakhir anarkis khususnya di Sulsel, sudah mengarah pada pembentukan karakter, sehingga harus segera diakhiri. Menurutnya, moral bangsa ini hanya bisa bagus apabila pola pendidikan tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi harus dipadukan dengan kecerdasan emosional dan spiritual.

"Harus memandang serius, ini bukan hanya merusak moral, tapi juga politik dan ekonomi. Krisis moral luar biasa. Ekonomi tumbuh pesat, tapi moral hancur apakah ini yang diinginkan? Kita jadi homo homini lupus," ucapnya.

Ia mencontohkan kerusakan moral generasi dari peningkatan tajam pengguna narkoba yakni 3,5 juta di 2008, 4,5, juta di 2009, dan 6 juta di 2010, serta larisnya kondom menjelang pengumuman Ujian Akhir Nasional tingkat SMU.

Pola pendidikan di Indonesia dikemukakan Ary ibarat gunung di tengah lautan yang hanya memperhatikan di atas permukaan saja, sementara di bawah permukaan diabaikan, yang suatu saat gunung tersebut akan runtuh karena bagian bawah terkikis oleh ombak.

"Kalau intelektual terpisah dengan emosional dan spiritual maka akan lahir anarkis. Berbahaya kalau seseorang yang cerdas, yang paham Undang-Undang tapi moral rusak. Manusia yang lebih berbahaya dari bom atom. Setiap tahun berapa universitas yang memproduksi orang-orang seperti ini," ucapnya.

Meski sering demonstrasi anarkis, Ary tidak sependapat jika mahasiswa Sulsel terus-menerus disalahkan. Sebab di balik itu, lanjut dia, karakter masyarakat Sulsel setara dengan karakter orang Jepang.

"Konsep Jepang hanya dimiliki Sulsel, masalahnya tidak dikelola, bocor sana-sini," ucapnya. Konsep "Siri Napacce" yang menjadi karakter masyarakat Sulsel, jika dipadukan dalam kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, disebut Ary adalah energi besar yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan negara.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, Wakapolda Sulselbar, Brigjen Pol Syahrul Mamma, pemilik Harian Fajar, HM Alwi Hamu juga menjadi nara sumber dalam dialog yang dipandu Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, SH.

Sementara Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Prof DR Halide juga tidak sependapat jika mahasiswa yang terus disalahkan saat terjadi demo anarkis, tetapi aparat kepolisian diminta tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan. Ia juga meminta kepada seluruh media massa untuk berhenti menyajikan berita-berita aksi ujuk rasa mahasiswa yang anarkis.(Ant/BEY)

1 komentar:

  1. Demonstrasi Mahasiswa yang marak terjadi belakangan ini, memang sangat cenderung mengarah pada pembentukan karakter anak bangsa, ini sebuah gejala yang harus segera dicermati dan disikapi oleh kalangan pendidik. Demikian juga pendidikan dalam lingkunga keluarga harus lebih ditingkatkan dalam pembinaan moral, serta karakter anak.

    Betapa tidak, Demonstrasi yang anarkis dianggap sebagi wujud semangat kepahlawanan (heroism). yang kemudian mendorong keinginan kuat bagi pendemo untuk mendesakkan keinginan walau dengan kekerasan.

    Disisi lain aparat keamanan dalam menangani demonstrasi sesungguhnya telah mengajarkan kekerasan terhadap para pendemo dari cara penangan yang mereka lakukan. oleh sebab itu Pihak kepolisian perlu menemukan motede penanganan demonstrasi yang bersifat mendidik.
    Singkatnya upaya pendidikan khususnya pendidikan watak serta karakter anak bangsa adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.

    Demonstrasi wajar dan sah-sah saja dalam pandangan Demokratisisi, namun kekerasan atau anarkisme adalah gejala degradasi moral..... Wassalam

    BalasHapus