Kita Cenderung Selalu Memberlakukan System yang Kurang
Produktif dalam Dunia Pendidikan
Dunia mengakui bahwa
Kualitas pendidikan terbaik dunia dimiliki oleh Negara Finlandia penilaian ini
berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003
oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD ). Tes
tersebut dikenal dengan nama PISA, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan
siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Mari kita tengok pendidikan
Finlandia
- Finlandia sangat memperhatikan pendidikan usia dini, tidak heran jika Finlaindia menerbitkan buku anak-anak terbanyak didunia. (Bagaimana dengan Indonesia?)
- Di Finlandia Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, serta bebas memilih metode dan buku teks. (Bagaimana dengan Indonesia?)
- Di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya, guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil, tidak ada kelas unggulan dan kelas bukan unggulan, karena itu berdampak buruk bagi psikologi anak didik, Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.(Bagaimana dengan Indonesia?)
- Selama sebih dari 40 tahun kebijakan pendidikan Finlandia tidak pernah berubah-rubah walau telah terjadi pergantian kekuasaan politik. (Bagaimana dengan Indonesia?)
- Guru di Finlandia adalah lulusan terbaik universitas, olehnya profesi sebagai guru merupakan profesi yang peling terhormat dibanding profesi lain seperti Dokret atau Jaksa. (Bagaimana dengan Indonesia?)
- Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT saja, orang Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Salah satu alasanya: "Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan siswa bagaimana cara untuk lolos ujian. (bagaimana dengan Indeonesia?)
- Pemerintah Finlandia setiap tahunya mengangarkan dana yang sama antara sekolah swasta dengan sekolah negeri. (bagaimana dengan Indeonesia?)
- Dalam setahun Siswa-siswa Finlandia bersekolah hanya 190 hari, lebih sedikit dibanding Indonesia 220 hari sekolah.
Jika dunia mengakui sistim pendidikan Finlandia maka pertanyaanya adalah apakan Indonesia mengakuinya juga?....
Sistem serta model pendidikan yang diterapkan di Negeri kita bertentangan dengan di Finlandia, antara lain RANCANGAN
Guru dipaksa harus membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan
memaksa guru memakai buku pelajaran BSE, sementara di Finlandia Guru bebas memilih dan menentukan sendiri model, metode serta buku yang akan digunakanya, dalam hal ini profesionalisme guru sangatlah menentukan.
Dengan alasan pemarataan daya serap siswa dalam proses belajar dikelas maka dibuatlah kelas-kelas unggulan dan kelas bukan unggulan, sementara di Finlandia tidak berlaku klasifikasi kelas untuk siswa, hal ini perlu dievaluasi dan dipikirkan kembali oleh para penentu kebijakan pendidikan kita.
Kebijakan Pemerintah terhadap pendidikan seringkali berubah, dan banyak dipengaruhi oleh kondisi politik dalam artian setiap pemimpin membuat kebijakan baru, dalam pembangunan pendidikan pemerintah juga memproritaskan sekolah negeri dibanding sekolah swasta, sementara semua sekolah baik negeri maupun swasta memiliki tujuan yang sama yakni pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional. hal yang lebih menyedihkan bahwa Pemerintah cenderung mengenjot pembangunan pendidikan dibidang fisik dengan biayah yang sangat besar, sementara upaya pemutuan tenaga pendidik belum terlihat signifikan.
Profesi seorang guru di mata masyarakat kita tidak lebih baik dari profesi dokter, jaksa, insinyur dan profesi-profesi lainya. Padahal zaman dahulu seorang guru sangat disegani dan dihormati oleh masyarakat kita, entah sejak kapan pergeseran itu terjadi yang pasti dewasa ini guru tidak lagi menjadi profesi yang didambakan oleh masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan di Finlandia.
Nah.... apa yang kita pikirkan setelah membaca artikel ini????...... "Semoga Bermanfaat"

Keberhasilan Pendidikan di Indonesia tidak akan tercapai selama masih diwarnai Politik dan Intervensi para Penguasa. Selama 'visi-misi' nya adalah 'Proyek', maka kemajuan pendidikan di negara tercinta ini hanyalah Impian dan sebatas wacana belaka, yang ujung-ujungnya berakhir pada obrolan 'Warung Kopi'.
BalasHapus'Linkaran Setan' harus diputuskan !!!
Sistem harus diubah....!!!
Tidak semudah membalik telapak tangan, karena banyak "Singgasana" yang akan tergoyahkan....dan..hhmmmm..., tentu saja sang "Raja" Tidak akan tinggal diam......#@%$^$#@..(*_*)